Berhenti Berkata “Kita Adalah Keluarga”: 6 Realita Mengapa Rekan Kerja Tidak Bisa di Percaya

Kadang atau hampir setiap briefing pagi kita mendengar seseorang di kantor berkata dengan penuh semangat, “Kita adalah tim Sales Hebat dan sudah seperti keluarga!

Kalimat itu terdengar sangat manis dan menenangkan. Namun, bagi kita yang sudah cukup lama menyelami dunia kerja, kalimat tersebut sering kali terasa seperti sebuah ilusi. Mungkin tulisan ini akan terasa sedikit “pahit” untuk dibaca, terutama jika Anda adalah tipe orang yang sangat perasa.

Namun, ada sebuah realita yang perlu kita pahami bersama demi kesehatan mental dan kelangsungan karir kita: Rekan kerja bukanlah teman Anda dan sangat tidak bisa di percaya.

Mereka ada di sana untuk satu tujuan yang sama dengan Anda: bekerja. Mereka memiliki tagihan yang harus dibayar, keluarga yang harus diberi makan, dan ambisi pribadi yang ingin dicapai. Berikut adalah 6 alasan logis—berdasarkan pengalaman nyata yang penulis alami dan juga banyak orang—mengapa kita sebaiknya tidak menaruh kepercayaan 100% kepada rekan kerja.

1. Pada Akhirnya, Semua Tentang “Bertahan Hidup”

Mari kita bicara jujur dari hati ke hati. Mengapa kita bangun pagi setiap hari dan menembus kemacetan untuk pergi ke kantor? Jawabannya sederhana: untuk menukar waktu kita dengan uang.

Kita bekerja agar bisa membayar listrik, menyekolahkan anak, dan memastikan ada makanan di meja makan. Dalam lingkungan profesional, insting bertahan hidup sangatlah kuat. Ketika situasi menjadi sulit—misalnya ada pengurangan karyawan atau persaingan bonus—rekan kerja Anda secara alami akan memprioritaskan keamanan finansial keluarga mereka sendiri dibandingkan nasib Anda. Ini bukan berarti mereka jahat, ini hanyalah naluri manusia untuk melindungi diri dan keluarganya.

Artikel Populer  Jangan Biarkan Orang Lain Bikin Kamu "Stress": Panduan Cerdas Menghadapi Orang Sulit

2. Saat Masalah Datang, Kebanyakan Orang Akan “Cari Aman”

Pernahkah Anda berada dalam posisi sulit, misalnya berselisih paham dengan manajemen atau membutuhkan saksi untuk masalah internal?

Sering kali kita berharap teman makan siang kita akan membela. Namun, realitanya, meminta rekan kerja untuk menjadi saksi atau memihak Anda adalah hal yang berat bagi mereka. Mereka akan berpikir: “Apakah posisi saya akan terancam jika membela dia?”

Sembilan dari sepuluh orang biasanya akan memilih diam dan cari aman daripada harus berisiko di-blacklist bahkan di pecat oleh atasan. Mereka mungkin bersimpati pada Anda, tapi mereka lebih menyayangi pekerjaan mereka.

3. Ketika Resign, Hubungan Biasanya Berakhir

Saat masih satu kantor, rasanya kita tidak bisa lepas dari grup WhatsApp tim. Makan siang bareng, pulang bareng, bahkan curhat masalah pribadi.

Tapi cobalah lihat apa yang terjadi saat seseorang mengundurkan diri (resign). Dalam waktu 72 jam setelah perpisahan, komunikasi biasanya akan terputus. “Kedekatan” yang selama ini terjalin sering kali hanya karena faktor lokasi dan kebiasaan. Begitu Anda keluar, posisi Anda digantikan orang baru, dan perusahaan dan hidup mereka terus berjalan.

Seperti tamu yang pulang setelah acara selesai, kesedihan itu hanya sebentar. Jadi, jangan terlalu baper (bawa perasaan) jika mantan rekan kerja perlahan melupakan Anda.

4. Waspada Saat Musim Promosi Jabatan

Pernah melihat seseorang yang tadinya sangat asyik diajak bercanda, tiba-tiba berubah sikap menjadi kaku dan serius saat ada kesempatan promosi jabatan?

Ketika ada peluang kenaikan karir atau gaji yang terbatas, sifat asli seseorang sering kali muncul. Persaingan bisa mengubah teman menjadi lawan. Ada kalanya, hal-hal kecil yang pernah Anda ceritakan sebagai gurauan, bisa dijadikan senjata oleh rekan kerja untuk terlihat lebih baik di depan atasan—dan membuat Anda terlihat buruk.

Artikel Populer  3 Pelajaran Hidup dari Pidato Steve Jobs di Stanford yang Mengubah Cara Pandang Jutaan Orang : Stay Hungry, Stay Foolish

Di dunia korporat, ada istilah “sikut-sikutan” yang sayangnya memang nyata terjadi demi sebuah jabatan.

5. Jabatan Bisa Mengubah Karakter Seseorang

Apa yang terjadi ketika rekan seperjuangan Anda akhirnya mendapatkan promosi menjadi atasan?

Sering kali, dinamika hubungan akan berubah total. Mereka yang dulunya teman seperjuangan mengeluh soal pekerjaan, kini harus bersikap tegas, bahkan mungkin menjadi “bos” yang menyebalkan bagi Anda. Mereka mungkin mulai mengatur secara berlebihan (micromanage) atau bersikap lebih memihak manajemen. Sangat disayangkan melihat seseorang berubah karena kekuasaan, tapi itulah yang sering terjadi di dunia kerja.

6. Kantor Adalah Arena Kompetisi!

Pada dasarnya, tempat kerja adalah sebuah kompetisi. Siklusnya selalu sama: masuk kerja, cari penghasilan, naik jabatan, dan pensiun dengan tenang.

Siapa pun yang dianggap menghalangi jalan tersebut, bisa dianggap sebagai ancaman. Politik kantor itu nyata dan kadang melelahkan.

izy

Leave a Comment