Bagaimana Cara Menerapkan Filosofi “Berani Tidak Disukai” dalam Pekerjaan Sehari-hari?

Apa yang membuat kamu terus-menerus lelah secara mental di tempat kerja? Jika jawabannya adalah kebiasaan people pleasing dan terlalu sensitif terhadap kritik, saatnya mengenal filosofi Alfred Adler melalui buku “Berani Tidak Disukai” karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga.

Cara menerapkan filosofi “Berani Tidak Disukai” dalam pekerjaan sehari-hari adalah dengan berfokus pada lima pilar utama psikologi Adler:

  1. Stop Mencari Alasan (Dari Trauma ke Tujuan): Ganti fokus dari “mengapa” kamu gagal (masa lalu) menjadi “untuk apa” kamu bertindak (tujuan saat ini).
  2. Lakukan Pembagian Tugas: Pisahkan tugas/masalahmu dari tugas/masalah orang lain (termasuk pandangan mereka terhadapmu).
  3. Bangun Hubungan Setara (Horizontal): Hilangkan hierarki mental (superior/inferior) dan ganti pujian/teguran dengan dorongan semangat (encouragement).
  4. Fokus pada Kontribusi: Raih kesadaran diri yang bernilai (sense of worth) dengan berkontribusi kepada komunitas, bukan dengan mencari pengakuan atau pujian.
  5. Hidup di “Saat Ini”: Hiduplah sepenuhnya pada momen saat ini, tanpa menunda kehidupan untuk tujuan atau garis waktu buatan di masa depan.

Dengan kelima pilar ini, Anda dapat melepaskan diri dari tekanan ekspektasi orang lain, mengurangi stres dalam berinteraksi, dan mencapai kebahagiaan yang sejati di tempat kerja.

Mengapa Kita Sering Merasa Tertekan di Tempat Kerja?

Kita sering merasa tertekan di tempat kerja karena kita tanpa sadar hidup dalam kerangka berpikir yang salah, yang disebut Adler sebagai determinisme atau aetiologi.Apa Bedanya Berpikir dengan Perspektif Trauma (Aetiologi) dan Tujuan (Teleologi)?

Filosofi ini menolak keras konsep trauma (luka batin masa lalu) yang menentukan siapa dirimu hari ini.

PerspektifFokusContoh di KantorSolusi ala Adler (Teleologi)
Aetiologi (Sebab-Akibat)Mencari penyebab masalah di masa lalu.“Saya tidak bisa sukses karena atasan saya irasional dan selalu menekan saya.”Mengakui bahwa kamu menggunakan “atasan irasional” sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab atau kritik.
Teleologi (Tujuan)Mencari tujuan (sasaran) dari tindakanmu saat ini.“Saya tidak mau bekerja keras, jadi saya menciptakan ‘atasan buruk’ sebagai alasan.”Kamu yang menentukan perubahan dalam situasimu saat ini, tanpa terbelenggu oleh masa lalu.

Contoh Reflektif: Misalnya, kamu baru saja melakukan kesalahan besar dalam proyek.

  • Pola Lama (Aetiologi): Kamu menyalahkan kurangnya mentoring saat orientasi, atau menyalahkan kolega yang lambat merespons emailmu.
  • Pola Baru (Teleologi): Tanyakan: “Apa tujuan saya mencari alasan ini?” Mungkin tujuan tersembunyimu adalah melindungi harga diri, menghindari kritik, atau ingin lari dari tugas-tugas kehidupan (tugas untuk bekerja). Dengan menyadari tujuan ini, kamu bisa mengubahnya. Fokus bukan pada trauma masa lalu, tapi pada tujuan di masa depan.
Artikel Populer  5 Pelajaran Hidup dari Simon Sinek: Tentang Karir, Mental Gen Z, dan Cinta yang Sehat

Bagaimana Cara Melakukan Pembagian Tugas (Task Separation) di Tempat Kerja? Pembagian tugas adalah konsep vital untuk mencapai kebebasan sejati dalam hubungan interpersonal.

Apa itu Pembagian Tugas?

Pembagian tugas berarti memisahkan tugasmu dari tugas orang lain. Jangan mencampuri tugas orang lain, dan jangan biarkan orang lain mencampuri tugasmu.

Cara termudah untuk memilah tugas adalah bertanya: “Siapa yang akan menerima hasil akhir dari pilihan ini?”

Area MasalahTugas Siapa?Tugas Kamu (Diri Sendiri)
Kritik dari AtasanTugas AtasanMelakukan pekerjaan sebaik mungkin dan memilih jalan terbaik yang kamu yakini.
Pandangan Orang LainTugas Orang LainTidak cemas atau mengambil hati pandangan mereka, bahkan jika kamu dibenci.
Pilihan KarierTugasmuMemilih jalan terbaik untuk dirimu sendiri.
Perasaan Orang Tua/KeluargaTugas MerekaCara orang tuamu merespons pilihanmu (bahagia, kecewa, marah) adalah tugas mereka.

Contoh Nyata di Kantor:

  1. Atasanmu marah-marah saat meeting: Reaksi marah atasan adalah tugas atasan untuk dikelola. Tugasmu adalah fokus pada fakta dan logika, lalu sampaikan pikiranmu tanpa amarah. Jika atasan tidak menyukaimu, itu bukan urusanmu. Tugasmu adalah menghadapi pekerjaanmu tanpa berdusta.
  2. Rekan kerja A tidak mau bekerja sama: Tugasmu adalah menawarkan bantuan (jika diperlukan) dan membangun hubungan horizontal. Apakah Rekan A akan berubah atau kooperatif, itu adalah tugasnya. Kamu hanya perlu berfokus pada apa yang harus kamu lakukan.

Pembagian tugas memberimu keberanian untuk tidak disukai. Jika kamu dibenci, itu adalah bukti bahwa kamu sedang menggunakan kebebasanmu dan hidup sesuai prinsipmu sendiri.

Bagaimana Cara Membangun Hubungan Setara di Kantor?

Hubungan yang sehat didasarkan pada hubungan horizontal (setara) bukan hubungan vertikal (hierarkis).

Mengapa Kita Tidak Boleh Memuji atau Menegur?

Dalam filosofi Adler, pujian dan teguran sama-sama dikritik karena keduanya menciptakan hubungan vertikal.

  • Pujian: Pujian adalah penilaian dari “orang yang mampu kepada orang yang tidak mampu”. Jika kamu memuji, kamu tanpa sadar menempatkan orang lain di bawahmu (hubungan hierarkis). Tujuannya sering kali adalah memanipulasi orang yang lebih rendah kemampuannya.
  • Teguran: Sama seperti pujian, teguran juga bentuk manipulasi yang didasari hubungan vertikal.
Artikel Populer  Kenapa Loyalitas Kerja Bikin Gaji Stuck? Ini Realita Karyawan Indonesia

Ganti Pujian dengan Dorongan Semangat (Encouragement):Alih-alih memuji dengan berkata, “Kerja bagus, kamu hebat!” (yang menunjukkan penilaian superior), gunakan pendekatan yang didasarkan pada rasa syukur, hormat, dan sukacita (hubungan horizontal).

  • Pola Lama (Pujian): “Pekerjaanmu ini sempurna sekali! Anak buah yang baik.” (Vertikal)
  • Pola Baru (Dorongan Semangat): “Terima kasih banyak, itu sangat membantu! Saya senang!” (Horizontal)

Pujian membuat seseorang berpikir bahwa dia tidak mampu (vertikal). Dorongan semangat, lewat ungkapan “Terima kasih,” memastikan bahwa dia telah berkontribusi (berguna bagi seseorang), yang merupakan satu-satunya cara untuk menyadari nilai diri yang sesungguhnya.

Bagaimana Menemukan Nilai Diri Melalui Kontribusi?

Tujuan akhir dari kebahagiaan adalah perasaan berkontribusi (sense of contribution).

Kebahagiaan adalah perasaan berkontribusi.

Konsep KunciPenjelasan SingkatRelevansi dalam Pekerjaan
Penerimaan Diri (Self-Acceptance)Menerima dirimu apa adanya (dengan skor 60% pun) dan fokus pada apa yang bisa kamu ubah, bukan pada apa yang tidak bisa kamu ubah.Sadar bahwa kamu tidak sempurna. Daripada mencoba menjadi “spesial” atau “genius” (yang bisa berujung pada upaya meraih superioritas secara mudah), terimalah bahwa kamu normal.
Keyakinan pada Orang Lain (Trust in Others)Menaruh keyakinan tanpa syarat (unconditional trust) pada orang lain.Jika kamu takut dimanfaatkan, kamu tidak akan pernah membangun hubungan yang mendalam. Keberanian untuk percaya akan membangun hubungan horizontal yang solid.
Kontribusi pada Orang Lain (Contribution to Others)Tindakan yang dilakukan untuk menyadari nilai dirimu sendiri, bahwa “aku berguna bagi seseorang”.Esensi dari bekerja bukanlah mencari uang, melainkan memberi kontribusi. Dengan bekerja (bahkan pekerjaan rutin sekalipun), kamu merasa berguna bagi komunitas (rekan kerja, perusahaan, masyarakat).

Gila Kerja (Workaholism) adalah Dusta Kehidupan:Orang yang gila kerja adalah orang yang tidak memiliki harmoni kehidupan. Mereka menggunakan pekerjaan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab lain (seperti tugas rumah tangga, membesarkan anak, pertemanan, atau hobi). Mereka hanya melihat nilai diri pada level tindakan (prestasi) dan bukan pada level keberadaan.

Artikel Populer  Panduan Lengkap: Cara & Contoh Pertanyaan Evaluasi Diri

Untuk mencapai kebahagiaan, kamu harus menyeimbangkan semua aspek hidup, tidak menjadikan pekerjaan satu-satunya sumber nilai diri.

Bagaimana Hidup dengan Sungguh-sungguh di “Saat Ini”?

Seringkali kita menunda hidup dengan berpikir, “Aku akan bahagia setelah proyek ini selesai,” atau “Aku akan mencari pekerjaan yang kusukai setelah punya cukup uang”.

Adler menolak gagasan hidup sebagai garis lurus menuju tujuan (kehidupan kinetis). Sebaliknya, hidup adalah rangkaian momen (kehidupan energeia).

  • Tujuan Hidup Adalah Tarian: Hiduplah seakan-akan kamu sedang menari. Tarian itu sendiri adalah tujuannya. Tidak ada tujuan yang ditetapkan, tetapi karena kamu menari, kamu pasti akan sampai di suatu tempat.
  • Hidup Sungguh-sungguh: Dusta kehidupan terbesar adalah tidak hidup di sini pada saat ini. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan saat ini dengan sungguh-sungguh dan tekun. Momen saat ini bukanlah “periode persiapan” untuk masa depan, melainkan waktu yang nyata dan utuh.

Jika kamu hadir sepenuhnya di sini dan saat ini (melakukan tugas harianmu dengan sungguh-sungguh), hidupmu akan terasa utuh.

Kesimpulan: Punya Keberanian untuk Menjadi Bahagia

Menerapkan filosofi Berani Tidak Disukai dalam pekerjaan adalah tentang memiliki keberanian untuk menjadi bahagia.

Ini berarti kamu harus berani:

  • Menolak Trauma: Mengganti fokus dari “mengapa saya begini” menjadi “apa tujuan saya sekarang”.
  • Tidak Mencari Pengakuan: Memisahkan tugas dan tidak mencari pujian/persetujuan dari atasan atau rekan kerja.
  • Dibenci Orang Lain: Memahami bahwa dibenci adalah harga yang harus dibayar untuk kebebasan.
  • Menjadi Normal: Menerima dirimu apa adanya dan tidak berusaha keras menjadi “spesial” dengan cara yang tidak sehat.

Psikologi Adler meyakini bahwa kamu memiliki kekuatan tak terukur untuk berubah. Kalau “aku” berubah, dunia akan berubah.Mulai hari ini, hadapi setiap momen dengan sepenuh hati, dan hiduplah tanpa perlu memikirkan pandangan orang lain.


Sumber Tulisan/Website:

  • Berani Tidak Disukai (Ichiro Kishimi, Fumitake Koga) 
izy

1 thought on “Mengapa Anda Perlu Merasa Bosan: Rahasia Menemukan Makna Hidup di Era Digital”

Leave a Comment